07 Mei 2009

Yuni Shara

Yuni Shara (lahir di Malang, Jawa Timur, 3 Juni 1972; umur 36 tahun; terlahir dengan nama Wahyu Setyaning Budi) adalah seorang artis (penyanyi) Indonesia. Ia adalah kakak Krisdayanti. Ibunya bernama bernama Rachma Widadiningsih.
Sejak kecil, Yuni senang menyanyi. Ia sering mengikuti lomba sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ketika SMP, Yuni hijrah ke Jakarta. Kesempatan datang tahun 1987, saat Yuni masih SMA, dengan mengikuti Festival Bintang Radio & Televisi yang mengikutsertakan remaja yang berusia 15 tahun. Yuni meraih juara dua berkat lagu keroncong hasil didikan ayahnya. Dua tahun kemudian Yuni mengikuti lagi festival yang sama dan meraih juara pertama. Yuni pun mendapat tawaran rekaman bersama penyanyi lain yang tergabung dalam Billboard All Stars.
Album pertama Yuni dirilis tahun 1990 berjudul Jatuh Cinta Lagi. Album ini membuat Yuni lumayan dikenal meski albumnya tidak meledak. Tahun 1991 Yuni mengikuti North Sea Jazz Festival di Belanda sebagai backing vokal Bhaskara Band bersama Irma June. Pada tahun yang sama Yuni merilis album kedua Hilang Permataku. Album daur ulang pertama tersebut meledak di pasaran.
Satu tahun kemudian, Yuni mencoba lagi mengeluarkan album ketiga bertajuk Salah Tingkah (1992). Sayang sekali album ini terbilang gagal di pasaran. Padahal lagu baru yang dibawakannya diciptakan oleh Katon Bagaskara. Kemudian Yuni muncul lagi dengan album Aku Percaya (1993) dan Surat Undangan (1994) yang merupakan recycle. Album-album tersebut mengulang sukses album daur ulang pertamanya.
Kariernya memuncak saat album Mengapa Tiada Maaf dirilis tahun 1995. Album tersebut laku 1,5 juta kopi dan mendapat empat platinum dari BASF. Pada tahun yang sama, Yuni mengeluarkan album soundtrack serial silat Return Of The Condor Heroes dan kembali memperoleh tiga buah platinum dari BASF. Jadi, selama tahun 1995 Yuni meraih tujuh platinum dari BASF.
Album terbaru Yuni adalah 35 yang dirilis bersamaan dengan sebuah buku tentang dirinya, 35 Cangkir Kopi Yuni Shara pada ulang tahun Yuni yang ke-35, tanggal 3 Juni 2007. Buku itu ditulis oleh Tamara Geraldine yang berkolaborasi dengan Darwis Triadi. Di antara sembilan lagu yang diusung Yuni, hanya terdapat satu lagu baru, yang berjudul "Sepi". Lagu tersebut diciptakan musisi Melly Goeslaw.
Sekarang bersama dengan Rieka Roeslan, Nina Tamam, Andien, dan Iga Mawarni membentuk kelompok vokal beranggotakan lima orang dengan nama 5 Wanita.

Album

  • Jatuh Cinta Lagi (1990)
  • Hilang Permataku (1991)
  • Salah Tingkah (1992)
  • Aku Percaya (1993)
  • Surat Undangan (1994)
  • Mengapa Tiada Maaf (1995)
  • Soundtrack Return Of The Condor Heroes (1995)
  • Sebelum Kau Pergi
  • Desember Kelabu
  • Pelangi
  • Kidung (Bersama 3 Bidadari)
  • Lilin Lilin Kecil (Single)
  • Janji Sepasang Merpati
  • Soundtrack Meteor Garden
  • Isi Hati
  • 35 (2007)

Foto²

30 April 2009

Yosie Lucky

Yosie Lucky adalah seorang penyanyi rock Indonesia aktif bermusik di tahun 1980-an. Peran musisi Areng Widodo banyak membantu dalam pembetukan karakter vokal yosie. Sedangkan musisi lain yang terlibat dalam pembetukan albumnya adalah Younky Soewarno dan Oetje F. Tekol.
Awal kemunculan Yosie adalah pada saat peluncuran album perdananya yang berjudul Tabrak Lari yang lumayan mendapat respon dari pasar musik Indonesia pada saat itu. Kemudian nama Yosie seolah tenggelam karena album-album berikutnya tidak dapat mengangkat namanya dalam blantika musik nasional.
Karakter suara Yosie memang memenuhi syarat untuk menjadi lady rocker dibandingkan beberapa penyanyi yang seangkatannya yang sebenarnya tidak ngerock tapi ’diupayakan’ menjadi ngerock.
Nama Yosie Lucky mencuat kembali setelh mengeluarkan album Emen pada tahu 1992 yang langsung menjadi hits. Album Emen pada awalnya dirilis dalam bahasa Sunda dan peredaran kaset hanya terbatas di Jawa barat. Tapi animo terhadap album itu cukup mendapat sambutan hangat hingga kemudian album Emen dirilis ulang dalam bahasa Indonesia.

Diskografi


  • Tabrak Lari - Hins Collections
  • Stop Cuap Cuap - Billboard - Hins Collections
  • Orang Orang Kalap - 1988 - Billboard
  • Emen - 1992- Blackboard

Titi DJ

Titi Dwijayanti, yang lebih dikenal sebagai Titi DJ (lahir di Jakarta, 27 Mei 1966; umur 42 tahun), adalah penyanyi, diva pop, aktris dan pencipta lagu Indonesia. Tergabung dalam kelompok 3 Diva yang juga beranggotakan Krisdayanti dan Ruth Sahanaya dan sebelumnya pernah tergabung dalam kelompok musik Adarapta yang beranggotakan Atiek CB, Endah Soebroto dan Titiek Hamzah. Saat ini ia merupakan salah satu juri dalam acara pencarian bakat menyanyi, Indonesian Idol. Ia pernah mengikuti ajang Miss World tahun 1983 di London, Inggris.
Putri ketiga dari lima bersaudara pasangan John Sutanto yang berdarah Palembang-Tionghoa dan Yeni yang berdarah Manado-Batak ini telah suka menyanyi dan menari sejak kecil. Bakat seni Titi juga didukung oleh kedua orang tuanya. Di tengah kondisi serba pas-pasan, Yeni menyisihkan pendapatannya untuk memasukkan Titi ke sanggar seni suara yang cukup kondang saat itu, Bina Vokalia. Tak cukup hanya itu, Yeni juga mendaftarkan Titi kursus tari Bali dan piano. Bahkan, ibunya juga menghubungi Dewi Motik, wanita pengusaha terkemuka yang dikenal luwes dan pakar mengenai kewanitaan.
Sejak masuk SM, Titi mulai menjajal dunia model. Beberapa kali wajahnya muncul di majalah remaja dan mulai dikenal masyarakat. Ibunya juga selalu mencari peluang agar Titi bisa ikut lomba bergengsi. Tahun 1983 Titi ikut Lomba Bintang Radio & Televisi dan meraih Juara III, juga Juara Berpenampilan Terbaik. Namun bekal itu tak cukup membantu saat Titi ingin tampil di Aneka Ria Safari, ajang paling bergengsi bagi penyanyi saat itu. Titi ditolak karena belum memiliki album.
Kesempatan untuk rekaman datang dari JK Record. Tawaran itu datang berkat usaha Frans Hasibuan, koordinator acara musik Kamera Ria, tempat Titi sering tampil. Sayang Titi tidak mendapat titik temu dengan Judi Kristianto mengenai musik yang bisa dibawakannya. Saat itu, JK Record memang dikenal sebagai perusahaan rekaman yang menelurkan album mendayu, sementara Titi terbiasa mengapresiasi musik Addie MS, Chrisye, atau Guruh Soekarnoputra. Meski tak jadi rekaman, Titi tidak putus semangat untuk mencari kesempatan show dan tampil di televisi. Titi pun melirik dunia film dan mulai main dalam film-film komedi yang waktu itu memang sedang marak-maraknya. Film pertamanya, bertajuk Gepeng Bayar Kontan (1983). Titi kerap kali mendapat tawaran bermain film dan tawaran rekaman dari Jackson Record. Pada 1984, Titi merilis album perdana, Imajinasi.

Discography :

Album

Kompilasi

Adarapta

3 Diva

Penampilan lain

Foto²


27 April 2009

Dewi Gita

Dewi Yuliarti terkenal sebagai Dewi Gita (lahir Bandung, Jawa Barat, tanggal 28 Juli 1970) seorang penyanyi Indonesia. Dewi Gita menikah dengan Armand Maulana, vocalis grup band Gigi.

Dewi Gita mengawali karir sebagai penari, sejak kecil ia belajar menari. Dunia seni tarik suara ditekuninya mulai usia 18 tahun. Dewi Gita banyak prestasi dalam menyanyi, antara lain juara Festival Pop Singer Jawa Barat, Juara Keroncong Jawa Barat 1988 dan Bintang Radio dan Televisi Jawa Barat 1989, serta meraih juara II ajang Grand Champion Asia Bagus tahun 1991.

Pada tahun 1990, Dewi Gita merilis single perdananya berjudul "Jujur". Kesuksesan single ini diikuti oleh keluarnya album² Gita selanjutnya, antara lain "Penari", "Kegaiban Biru" (2000). Dewi Gita juga pernah menjajal dunia peran dengan bermain di sinetron Lobi² pada pertengahan 1990-an. Namun setelah menikah dengan Armand Maulana, Dewi Gita memilih untuk konsentrasi mengurus suami dan anaknya, Naja Dewi Maulana nama anak pertamanya lahir Oktober 2001.

Dewi mulai lagi terdengar suaranya pada tahun 2005, saat mengeluarkan single berjudul "Ternyata". Single tersebut dipetik dari album The Best of Female Idol yang juga memuat lagu teranyar milik Pinkan Mambo, "Cinta Tak Kan Usai", sebagai lagu andalan dari album kompilasi keluaran Sony Music Indonesia.

Bulan Juni 2007, Dewi meluncurukan album terbarunya tidak dalam format pita atau CD, tetapi melalui teknologi yang lebih mutakhir, seperti internet, NSP atau RBT. Dalam album ini, lagu andalan yang ditawarkan oleh Dewi merupakan lagu lawas milik Rafika Duri, yang berjudul "Tirai" ciptaan Cecep AS, yang kembali didaur ulang.

Discography :
Album
  • Penari
  • Apa Jadinya
  • Padamu
  • Kegaiban Biru
Single
  • Jujur
  • Si Manis Jembatan Ancol (Soundtrack Sinetron Si Manis Jembatan Ancol)
  • Sebening Air Mata (Soundtrack Sinetron Sebening Air Mata)
  • Dua Menit (Soundtrack Jangan Rebut Suamiku)
  • Ternyata (Single Kompilasi Best Female Idol)
  • Tirai
Foto²

24 April 2009

Siti Nurhaliza

Siti Nurhaliza (nama lengkap dengan gelar: Datin Seri Siti Nurhaliza binti Tarudin; lahir di Kampung Awah, Termeloh, Pahang, Malaysia, 11 Januari 1979; umur 30 tahun) merupakan penyanyi dan selebriti asal Malaysia. Ayahnya adalah Tarudin Ismail, adalah seorang anggota polisi dan ibunya adalah Siti Salmah Bachik adalah penyanyi lagu melayu tradisional yang terkadang tampil di hajatan perkawinan.
Siti Nurhaliza telah menunjukkan bakat bernyanyi yang dimilikinya sejak usia dini. Namun karirnya baru melesat setelah memenangkan Pertandingan Bintang Hiburan Minggu Ini pada tahun 1995.
Pada tanggal 1 April 2005, Siti tampil di Royal Albert Hall, London yang sebagian diiringi oleh London Symphony Orchestra yang dipimpin Erwin Gutawa. Pada konser ini, Siti Nurhaliza menjadi artis Malaysia pertama, dan Erwin Gutawa juga menjadi komposer Indonesia pertama yang tampil di tempat bergengsi itu.
Lagu-lagu Siti Nurhaliza yang digemari oleh masyarakat Indonesia diantaranya adalah Cindai, yang juga sering dinyanyikan juga oleh para penyanyi Indonesia di berbagai acara.
Bakat bernyanyinya membuatnya dijuluki "Celine Dion of Asia"

Discography :

Album

  • Lentera Timur (2008)
  • Hadiah daripada Hati (2007)
  • Transkripsi (2006)
  • Prasasti Seni (2004)
  • E.M.A.S (2003)
  • Sanggar Mustika (2002)
  • Safa (2001)
  • Sahmura (2000)
  • Pancawarna (1999)
  • Adiwarna (1998)
  • Cindai (1997)
  • Siti Nurhaliza II (1997)
  • Siti Nurhaliza (1996)

Album lainnya

  • Cerita Cinta Siti Nurhaliza (2006)
  • Siti Nurhaliza LIVE In Concert Royal Albert Hall (2005)
  • Siti Nurhaliza Fantasia Tour (2004)
  • Anugerah Aidilfitri
  • The Best of Siti Nurhaliza
  • Konsert Untukmu Sudir
  • Edisi Istimewa Malaysia Book of Record
  • Konsert Mega Siti Nurhaliza 2002
  • Konsert Live Siti Nurhaliza 1999
Prestasi
  • SCTV Music Awards Indonesia 2004 - Top Foreign Artist
  • Indonesian Music Awards 2003 - Malaysian Best Album (E.M.A.S)
  • Voice of Asia 2002 - Grand Prix Champion
  • Indonesian Music Awards 2001 - Most Lucrative Foreign Artist In Indonesia
  • South Pacific International Song and Singing Competition 1999 - Pop Winner/Top 40 Category
  • International Song (We'll Be As One)
  • South Pacific International Song and Singing Competition 1999 - Best Female Vocal
  • Shanghai Music Festival 1999 - Gold Award in Singing Competition Performance (We'll Be As One)
  • Singapore Music Awards 1997 - Most Popular Newcomer Female & Most Popular Song ("Mawarku")
Prestasi Lainnya
  • Malaysian Music Industry Awards
    Best Pop Album, Vocal Performance, Musical Arrangement, Newcomer
  • Malaysian Song Champion Awards
    Best Performance, Pop Rock Song, Ethnic Pop Song, Ballad Song
  • Malaysian Popular Stars Award
    Popular Female Singer 2008
    Popular Female Singer 2007
    Popular Female Singer 2006
    Popular Female Singer 2005
    Popular Female Singer 2004 Most Popular Star 2004
    Popular Female Singer 2003 Most Popular Star 2003
    Popular Female Singer 2002 Most Popular Star 2002
    Popular Female Singer 2001 Most Popular Star 2001
    Popular Female Singer 2000 Most Popular Star 2000
    Popular Female Singer 1999 Most Popular Star 1999
    Popular Female Singer 1998 Most Popular Star 1998
    Popular Female Singer 1997 Most Popular Star 1997
    Popular TV Entertainer 1997
  • The Malaysia Book of Records
    First Malaysian artiste to perform a solo concert at the prestigious Royal Albert Hall (2005)
    Most Awards Won Artiste - 112 awards (2004)
    Most Awards Won Artiste - 52 awards (2001)
  • MTV Asia Awards
    Favourite Artiste (Malaysia) 2005
    Favourite Artiste (Malaysia) 2004
    Favourite Artiste (Malaysia) 2003
    Favourite Artiste (Malaysia) 2002
  • Appointments
    International Adviser of Performing Arts of Limkokwing University (2008)
    Ambassador of Pantene (2007)
    Ambassador of Suara Universiti (2007)
    Ambassador of Elegance Tiara Collection (2006)
    Ambassador of SHINE Pantene Pro-V (2006)
    Ambassador of OLAY Total Effects (2006)
    Ambassador of Maxis-Hotlink (2004)
    Ambassador of Produk IT Samsung Malaysia (2004)
    Ambassador of Minolta DiMAGE Malaysia (2003)
    Ambassador of "With All Our Hearts’ Charity Fund" Jusco (2002-2006)
    Ambassador of TM Net (2002)
    Malaysia Stamp Princess
    Model of Mitsubishi Trium
    Model of BLEU and PEPSI (2002)
    Model/Spokesperson of Maybelline New York
    Model of Nippon Wiper Blade (NWB)
    Ambassador of Muhibah PBSM
  • Recognitions & Honours
    BIM Outstanding Professionals (Celebrity) Award (2008)
    Darjah Indera Mahkota Pahang (DIMP) (2006)
    Anugerah Srikandi Seni (2005) - UMNO Bahagian Maran, Pahang
    Setia Ahmad Shah (SAP) (2005)
    Tokoh Karyawan Usahawan Muda (2005) - Universiti Sains Malaysia
    Nickoledeon Kid's Choice Awards (2005) - Wannabe Award
    BestBrands Malaysian Personality of the Year Award (2005) - BestBrands Council
    Nickoledeon Kid's Choice Awards (2004) - Wannabe Award
    The Outstanding Young Malaysian Award 2003 (TOYM) - Cultural Achievement - Junior Chamber of Kuala Lumpur Mandarin
    Johan Setia Mahkota (JSM) (2003) - SPB Yang DiPertuan Agong
    Anugerah Jasamu Dikenang MAYC (2003)
    Anugerah Puteri Remaja (2002) - Puteri UMNO
    Bintang Universe of Corum (2002) - The Most Success Talent In Malaysia Music Industry
    Darjah Paduka Mahkota Perak (PMP)
    Ahli Ahmad Shah Pahang (AAP) - Darjah Kebesaran Ke-4 Negeri Pahang

Foto²


 

| © 2009. All Rights Reserved | Designed by BloggerStop.Net |